Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Jarak Jauh Lintas Negara Berbasis Digital Terbuka

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:39:18 WIB
Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Jarak Jauh Lintas Negara Berbasis Digital Terbuka

JAKARTA - Transformasi pendidikan tinggi kini bergerak melampaui batas negara.

Seiring berkembangnya teknologi digital dan meningkatnya mobilitas talenta global, pendidikan jarak jauh menjadi salah satu solusi strategis untuk memperluas akses pembelajaran berkualitas. Menyadari peluang tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan program pendidikan terbuka dan jarak jauh lintas negara atau Open and Distance Learning (ODL).

Upaya ini tidak hanya bertujuan menjangkau mahasiswa lintas wilayah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan kawasan. Dorongan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kemdiktisaintek dengan delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membahas peluang kolaborasi pendidikan tinggi antarnegara, khususnya dalam pengembangan program sarjana dan pascasarjana berbasis pembelajaran jarak jauh. Melalui pendekatan ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi digital di tingkat regional.

ODL Sebagai Sarana Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Universiti Kebangsaan Malaysia dalam mendorong inovasi pembelajaran digital dan internasionalisasi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.

Menurut Togar, ODL merupakan wadah baru dalam sistem pendidikan tinggi yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

"ODL adalah wadah baru, sarana baru bukan hanya untuk menjangkau mahasiswa kita, tetapi juga untuk mendidik masyarakat dengan cara yang fleksibel," katanya melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia menilai bahwa model pembelajaran jarak jauh lintas negara memiliki potensi besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi bermutu, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini terkendala jarak, waktu, dan biaya. Dengan pemanfaatan teknologi digital, perguruan tinggi dapat menjangkau peserta didik secara lebih luas tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Regulasi Nasional Dukung Pendidikan Jarak Jauh Lintas Negara

Togar menegaskan bahwa Indonesia pada prinsipnya terbuka terhadap pengembangan pendidikan jarak jauh lintas negara. Pemerintah telah menyiapkan kerangka regulasi yang mengakui pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional.

Namun demikian, ia menekankan bahwa implementasi ODL tetap harus memenuhi standar mutu, akreditasi, serta kesetaraan capaian pembelajaran. Hal ini penting untuk memastikan kualitas lulusan dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan tinggi.

Dengan adanya regulasi yang jelas, kerja sama pendidikan lintas negara diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan.

Keterkaitan ODL dengan Mobilitas Talenta dan Pasar Kerja

Lebih lanjut, Togar menyoroti pentingnya mengaitkan kerja sama pendidikan tinggi dengan kebutuhan mobilitas talenta dan pasar kerja kawasan. Menurutnya, pendidikan jarak jauh lintas negara harus mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.

"Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, di mana kerja sama internasional diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan daya saing lulusan, serta kontribusi bagi pembangunan nasional dan kawasan," ucap Togar.

Melalui ODL, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja regional. Dengan demikian, lulusan pendidikan tinggi Indonesia dapat bersaing dan berkontribusi secara aktif di tingkat ASEAN maupun global.

Penyetaraan Ijazah dan Pengakuan Kualifikasi Lulusan

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menjelaskan bahwa pengakuan kualifikasi lulusan luar negeri, termasuk yang ditempuh melalui skema ODL, dilakukan melalui mekanisme penyetaraan ijazah.

Mekanisme tersebut mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk memastikan kesesuaian jenjang pendidikan, mutu proses pembelajaran, serta rekognisi akademik di dalam negeri.

Langkah ini dinilai penting agar lulusan program ODL lintas negara memiliki kepastian hukum dan pengakuan yang setara dengan lulusan perguruan tinggi nasional.

"Kemdiktisaintek juga mendorong agar implementasi ODL dikembangkan melalui kemitraan institusional dengan perguruan tinggi nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih luas, termasuk peluang lulusan berkarir di kawasan ASEAN," ujar Beny.

Kolaborasi Regional Menuju Ekosistem Pendidikan Tinggi ASEAN

Melalui pertemuan dengan UKM, Kemdiktisaintek berharap kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara dapat berkembang lebih konkret. Bentuk kerja sama yang dijajaki meliputi program joint degree, dual degree, pengembangan kurikulum bersama, hingga micro-credential.

Pendekatan ini dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar pendidikan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi regional.

Saat ini, UKM tercatat telah menjalin berbagai kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan lainnya. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran akademik, riset bersama, hingga program kolaboratif.

Kemdiktisaintek berharap penjajakan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan strategis pendidikan tinggi ASEAN yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bermutu melalui transformasi digital.

Terkini

Pembenahan Olahraga Jatim Menuju PON 2028

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Tetap Bugar Selama Puasa dengan Olahraga Sehat

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Voli Indonesia Hadapi Tantangan Kontinental Asia

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Kejuaraan Voli U-20 Kalsel Bangkitkan Prestasi Muda

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Drama Menit Akhir Warnai Liga Inggris West Ham vs MU

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB