Penguatan Infrastruktur Dorong Potensi Ekonomi Sumsel

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:42:17 WIB
Penguatan Infrastruktur Dorong Potensi Ekonomi Sumsel

JAKARTA - Arah pembangunan wilayah kini menempatkan konektivitas sebagai fondasi utama penggerak ekonomi daerah. 

Upaya menyatukan kebutuhan pusat dan daerah dipandang penting agar program prioritas berjalan selaras. Fokus penguatan infrastruktur diharapkan membuka peluang pertumbuhan yang lebih merata.

Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono seusai memimpin Rapat Koordinasi Program Kerja Tahun Anggaran 2026 di Griya Agung. Forum ini menjadi ruang penyelarasan arah kebijakan pembangunan lintas level pemerintahan. Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan program agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gubernur Sumsel Herman Deru memaparkan sejumlah proyek prioritas yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Proyek itu mencakup pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat, penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji, serta perbaikan jalan nasional dan tol strategis. Paparan ini menggambarkan kebutuhan infrastruktur yang mendesak untuk mempercepat aktivitas ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menilai Sumsel memiliki potensi besar di berbagai sektor. Potensi itu meliputi pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Penilaian ini menegaskan bahwa kekuatan sumber daya daerah perlu diakselerasi melalui dukungan infrastruktur yang memadai.

Infrastruktur sebagai Penopang Daya Saing

Menurut Menko AHY, potensi besar tersebut harus ditopang oleh infrastruktur dasar dan konektivitas yang kuat. Ketersediaan jaringan transportasi dan logistik menjadi prasyarat agar produk daerah lebih kompetitif. Tanpa dukungan ini, peluang pertumbuhan ekonomi akan terhambat oleh keterbatasan akses.

Penguatan infrastruktur dasar mencakup pelabuhan, bendungan, serta jaringan jalan penghubung antarwilayah. Setiap elemen memiliki peran berbeda dalam mendorong kelancaran distribusi barang dan mobilitas manusia. Konektivitas yang baik akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik.

Ketersambungan wilayah juga dinilai penting untuk memperluas pasar komoditas unggulan. Akses yang lebih baik membuka peluang investasi baru di sektor produksi dan pengolahan. Dampaknya diharapkan meningkatkan nilai tambah serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Perhatian

Salah satu proyek yang menjadi perhatian serius adalah Pelabuhan Tanjung Carat. Pelabuhan ini dirancang memiliki kapasitas jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru. Perbedaan kapasitas ini diharapkan menjawab keterbatasan yang selama ini dihadapi.

Pelabuhan Boom Baru saat ini terkendala pendangkalan Sungai Musi. Kondisi tersebut membatasi pergerakan kapal besar dan berdampak pada kelancaran arus barang. Kendala alam ini menjadi alasan perlunya alternatif pelabuhan dengan akses laut yang lebih memadai.

Dengan kapasitas yang lebih besar, Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi simpul logistik baru. Kehadirannya diharapkan memperkuat peran Sumsel dalam jaringan perdagangan regional. Fasilitas ini juga dirancang untuk menunjang ekspor komoditas unggulan daerah.

Dampak Logistik bagi Komoditas Unggulan

Selama ini, komoditas unggulan Sumsel masih banyak bergantung pada pelabuhan di provinsi lain untuk ekspor. Ketergantungan tersebut menambah waktu tempuh dan biaya distribusi. Situasi ini mengurangi daya saing produk di pasar internasional.

Penguatan pelabuhan di wilayah sendiri diharapkan mempersingkat jalur logistik. Akses langsung ke pelabuhan besar akan mempercepat proses pengiriman dan meningkatkan efisiensi. Dampak positifnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha dari hulu hingga hilir.

Perbaikan sistem logistik juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan. Nilai tambah komoditas dapat ditingkatkan sebelum diekspor. Strategi ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Arah Pembangunan Berbasis Konektivitas

Penguatan konektivitas menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi Sumsel secara berkelanjutan. Infrastruktur yang terintegrasi akan menghubungkan sentra produksi dengan pusat distribusi. Keterhubungan ini penting untuk memastikan arus barang dan jasa berjalan efisien.

Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah diperlukan agar proyek prioritas berjalan tepat sasaran. Perencanaan yang terpadu membantu menghindari tumpang tindih program. Dengan demikian, setiap investasi infrastruktur memberi dampak maksimal bagi masyarakat.

Melalui dukungan infrastruktur yang kuat, potensi sektor unggulan diharapkan tumbuh lebih cepat. Akses yang lancar akan mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan dan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Terkini