Erick Thohir Perkuat Kolaborasi Olahraga Indonesia Malaysia

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:42:14 WIB
Erick Thohir Perkuat Kolaborasi Olahraga Indonesia Malaysia

JAKARTA - Di tengah dinamika kerja sama kawasan, pertemuan bilateral antara Indonesia dan Malaysia membuka ruang kolaborasi yang lebih terarah. 

Dialog ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat peningkatan prestasi olahraga sekaligus pembangunan karakter pemuda. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah konkret memperdalam hubungan antarlembaga kepemudaan dan olahraga.

Pertemuan berlangsung dalam suasana produktif yang menekankan sinergi kebijakan lintas negara. Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat pertukaran pengalaman, pengembangan program kepemudaan, dan penguatan ekosistem prestasi. Kesepahaman ini menjadi fondasi kerja bersama yang berkelanjutan di tingkat regional.

Kedua pihak menempatkan olahraga sebagai sarana diplomasi yang mempererat hubungan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan memperluas ruang partisipasi pemuda dalam kegiatan positif. Dengan demikian, nilai sportivitas dan karakter dapat tumbuh seiring peningkatan prestasi.

Kedekatan Personal Memperkuat Dialog

Kedekatan latar belakang personal dalam kepemimpinan turut memperlancar komunikasi antarpihak. Pengalaman pendidikan di Indonesia dan hubungan keluarga lintas negara memperkuat pemahaman konteks sosial budaya. Faktor ini menciptakan kepercayaan yang membantu pembahasan berjalan lebih terbuka.

Dialog yang cair memungkinkan penyelarasan agenda prioritas secara lebih efektif. Kesamaan pandangan tentang pentingnya pembinaan berjenjang memperkuat arah kebijakan bersama. Hubungan personal yang baik mempercepat penajaman program yang berdampak langsung bagi pemuda.

Kedekatan tersebut juga memudahkan pertukaran praktik baik dalam pengelolaan olahraga. Pembelajaran lintas negara memperkaya perspektif pengembangan atlet dan kepemudaan. Dampaknya, kerja sama tidak berhenti pada wacana, tetapi terarah pada implementasi.

Persiapan Menghadapi SEA Games 2027

Pembahasan SEA Games 2027 menjadi fokus strategis dalam pertemuan ini. Malaysia sebagai tuan rumah menargetkan posisi juara umum yang memperketat peta persaingan kawasan. Kondisi tersebut mendorong negara lain untuk mematangkan persiapan sejak dini.

Erick Thohir menyoroti tantangan kompetitif dari Filipina, Thailand, dan Vietnam dalam perebutan posisi papan atas. “Kita harus akui SEA Games tahun depan sangat kompetitif. Tapi hal ini tidak membuat kita ciut, kita akan mulai matangkan persiapan para atlet sejak tahun ini,” ujarnya.

Penajaman program pelatihan menjadi kunci untuk menjaga daya saing. Penyiapan atlet dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan dan penguatan dukungan sport science. Dengan langkah sistematis, kesiapan tim diharapkan meningkat secara terukur.

Menjaga Kualitas Atlet dan Nilai Kompetisi

Penurunan atlet terbaik dipandang penting untuk menjaga kualitas ajang multicabang. Kehadiran atlet unggulan tidak hanya berorientasi medali, tetapi juga menjaga nilai kompetisi. Daya tarik publik terhadap ajang regional turut dipengaruhi kualitas performa yang ditampilkan.

Erick menekankan bahwa kualitas atlet berpengaruh pada antusiasme penonton. Ia berharap peningkatan mutu kompetisi dapat memperluas jangkauan perhatian internasional. “Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia,” imbuhnya.

Upaya ini mendorong federasi untuk menata seleksi dan pemusatan latihan secara objektif. Penguatan ekosistem pendukung seperti pelatih, nutrisi, dan pemulihan menjadi bagian integral. Dengan demikian, nilai kompetisi tetap terjaga dan relevan bagi masyarakat.

Kesejahteraan Atlet Pasca Karier

Perhatian pada kesejahteraan jangka panjang atlet menjadi agenda penting dalam dialog. Studi banding terhadap program dana pensiun atlet yang berjalan efektif di Malaysia dipandang sebagai rujukan kebijakan. Pendekatan ini menempatkan perlindungan sosial sebagai bagian dari pembangunan olahraga.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan transisi pasca karier atlet berjalan bermartabat. Perlindungan finansial memberi kepastian bagi atlet setelah masa kompetitif berakhir. Kebijakan ini mendorong keberlanjutan ekosistem olahraga yang manusiawi.

Erick menegaskan bahwa kemajuan olahraga harus sejalan dengan jaminan sosial bagi pelakunya. Kesejahteraan pasca karier memperkuat motivasi atlet selama masa aktif. Dengan kerangka kebijakan yang utuh, prestasi dan perlindungan sosial dapat berjalan beriringan.

Terkini

Pembenahan Olahraga Jatim Menuju PON 2028

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Tetap Bugar Selama Puasa dengan Olahraga Sehat

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:17 WIB

Voli Indonesia Hadapi Tantangan Kontinental Asia

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Kejuaraan Voli U-20 Kalsel Bangkitkan Prestasi Muda

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB

Drama Menit Akhir Warnai Liga Inggris West Ham vs MU

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:45:16 WIB